Selasa, 22 September 2026

UCAPAN YANG PALING DIBENCI ALLAH

 



Pernah ada seseorang yang sebenarnya tahu bahwa apa yang dia lakukan itu kurang baik. Sudah beberapa kali diingatkan oleh orang terdekatnya, tapi setiap nasihat justru dianggap sebagai sindiran, kritik, atau bahkan bentuk ketidaksukaan. “Aku tahu apa yang aku lakukan,” atau “urus saja dirimu sendiri” katanya. Lama-lama orang-orang di sekitarnya memilih diam, bukan karena membenarkan, tapi karena merasa percuma berbicara kepada hati yang sedang tertutup.

Sedangkan dalam sebuah hadist dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

وَإِنَّ أَبْغَضَ الْكَلَامِ إِلَى اللهِ أَنْ يَقُولَ الرَّجُلُ لِلرَّجُلِ: اتَّقِ اللهَ فَيَقُولُ: عَلَيْكَ نَفْسَكَ

Sesungguhnya ucapan yang paling dibenci Allah adalah di saat seseorang berkata (menasihati) orang lain: “Bartaqwalah kamu kepada Allah”, dia menjawab: “Urus dirimu sendiri!” (HR. An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra no. 10619. Shahih. Lihat Ash Shahihah no. 2939)

Padahal, kebenaran tidak selalu terasa nyaman ketika pertama kali mendengarnya. Kadang yang membuat seseorang sulit menerima nasihat bukan karena dia tidak tahu mana yang benar, tetapi karena egonya belum siap mengakui kesalahan. Kata “Urus dirimu sendiri”, kadang ada tambahan: “Kayak kamu udah benar aja!” atau juga: “Apa hak kamu menasihati saya?!” dan kalimat lain semisalnya. Sebenarnya inilah jebakan syaitan dalam hati seseorang yang tidak bisa menerima ketika dinasehati tentang kebenaran dan kesabaran. Bisa jadi secara sengaja atau tidak sengaja dia telah mengatakan ucapan yang paling dibenci Allah SWT.

Penolakan terhadap nasihat kebaikan dengan respon yang kasar, merupakan petunjuk adanya kibr (kesombongan) dalam dirinya. Sebab, sombong itu adalah:

بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاس

Menolak kebenaran dan merendahkan manusia. (HR. Muslim no.91)

Budaya saling menasihati telah diajarkan Islam dalam QS. Al-‘Ashr: 1 – 3

وَالْعَصْرِۙ ۝١

Demi masa,

 اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ۝٢

sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian,

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ ۝

kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

Lalu bagaimana solusinya? Jangan lelah mendoakannya, jangan membalas keras dengan keras, dan jangan merasa diri kita lebih baik. Sampaikan nasihat dengan cara yang lembut, pilih waktu yang tepat, dan tunjukkan kebaikan melalui sikap, bukan hanya melalui kata-kata.

Dan yang paling penting, kita harus memahami bahwa tugas kita adalah menyampaikan kebaikan, bukan memaksa hati orang lain untuk berubah. Hidayah adalah milik Allah. Bisa jadi nasihat yang hari ini ditolak, justru suatu hari menjadi kalimat yang terus teringat ketika hatinya mulai terbuka. Jadi, tetaplah mengajak kepada kebaikan dengan sabar, sambil terus memperbaiki diri sendiri. Karena terkadang, perubahan seseorang bukan dimulai dari nasihat yang panjang, tetapi dari satu kalimat sederhana yang disampaikan dengan kasih sayang.

Semoga bermanfaat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UCAPAN YANG PALING DIBENCI ALLAH

  Pernah ada seseorang yang sebenarnya tahu bahwa apa yang dia lakukan itu kurang baik. Sudah beberapa kali diingatkan oleh orang terdekatny...