Rabu, 23 September 2026

Kenapa Pashmina Jadi Favorit Banyak Perempuan?

 

Kadang yang bikin penampilan terlihat lebih rapi itu bukan harus pakai outfit yang mewah, tapi cukup memilih hijab yang nyaman dan gampang dibentuk. Salah satunya pashmina. Bentuknya yang panjang membuat pashmina bisa dikreasikan ke berbagai gaya, mulai dari lilitan simpel untuk aktivitas sehari-hari sampai model yang lebih elegan untuk acara tertentu. Tinggal sesuaikan cara styling dengan bentuk wajah dan outfit yang dipakai, penampilan pun bisa terlihat lebih manis tanpa terasa berlebihan.

Untuk bahannya sendiri, pashmina hadir dalam banyak pilihan. Ada bahan ceruty yang ringan dan flowy, cocok untuk tampilan yang lembut dan anggun. Ada juga voal yang lebih tegak, adem, dan mudah dibentuk sehingga nyaman untuk pemakaian harian. Selain itu ada pashmina kaos yang terkenal lentur dan nyaman, serta bahan silk atau satin yang memberikan kesan lebih mewah dan cocok untuk acara formal. Jadi, memilih bahan pashmina sebenarnya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.

Model pashmina juga semakin beragam. Ada pashmina basic dengan tampilan simpel, pashmina plisket yang memberikan tekstur cantik, hingga pashmina instan yang praktis karena bisa langsung dipakai tanpa banyak styling. Buat yang suka tampilan effortless, model lilit sederhana bisa jadi pilihan. Sedangkan untuk acara spesial, pashmina dengan bahan yang lebih flowy atau sedikit berkilau bisa memberikan kesan elegan. Intinya, pashmina itu bukan cuma pelengkap outfit, tapi bisa jadi salah satu cara untuk mengekspresikan gaya dengan tetap nyaman dan percaya diri.

Beberapa cara memakai pashmina

1.     Tampil Syar’I dengan pashmina bahan Ceruty



         Link Phasmina bahan ceruty

         https://s.shopee.co.id/4LJcJfj2lE

         https://s.shopee.co.id/qjk9KQ2Vc

         https://s.shopee.co.id/30oEjKlI8d

 

2.     Tampil Simpel dengan pashmina bahan silk premium



Link pashmina bahan silk premium

https://s.shopee.co.id/70KNUngMnF

https://s.shopee.co.id/9KiIH3HWAC

https://s.shopee.co.id/AKapT1oQ90

 

3.     Tampil cantik dengan pashmina motif


Link pashmina motif

https://s.shopee.co.id/4B0C7mDeqT

https://s.shopee.co.id/LnTYpUVBQ

https://s.shopee.co.id/2qUoXXDCv3

 

Selasa, 22 September 2026

UCAPAN YANG PALING DIBENCI ALLAH

 



Pernah ada seseorang yang sebenarnya tahu bahwa apa yang dia lakukan itu kurang baik. Sudah beberapa kali diingatkan oleh orang terdekatnya, tapi setiap nasihat justru dianggap sebagai sindiran, kritik, atau bahkan bentuk ketidaksukaan. “Aku tahu apa yang aku lakukan,” atau “urus saja dirimu sendiri” katanya. Lama-lama orang-orang di sekitarnya memilih diam, bukan karena membenarkan, tapi karena merasa percuma berbicara kepada hati yang sedang tertutup.

Sedangkan dalam sebuah hadist dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

وَإِنَّ أَبْغَضَ الْكَلَامِ إِلَى اللهِ أَنْ يَقُولَ الرَّجُلُ لِلرَّجُلِ: اتَّقِ اللهَ فَيَقُولُ: عَلَيْكَ نَفْسَكَ

Sesungguhnya ucapan yang paling dibenci Allah adalah di saat seseorang berkata (menasihati) orang lain: “Bartaqwalah kamu kepada Allah”, dia menjawab: “Urus dirimu sendiri!” (HR. An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra no. 10619. Shahih. Lihat Ash Shahihah no. 2939)

Padahal, kebenaran tidak selalu terasa nyaman ketika pertama kali mendengarnya. Kadang yang membuat seseorang sulit menerima nasihat bukan karena dia tidak tahu mana yang benar, tetapi karena egonya belum siap mengakui kesalahan. Kata “Urus dirimu sendiri”, kadang ada tambahan: “Kayak kamu udah benar aja!” atau juga: “Apa hak kamu menasihati saya?!” dan kalimat lain semisalnya. Sebenarnya inilah jebakan syaitan dalam hati seseorang yang tidak bisa menerima ketika dinasehati tentang kebenaran dan kesabaran. Bisa jadi secara sengaja atau tidak sengaja dia telah mengatakan ucapan yang paling dibenci Allah SWT.

Penolakan terhadap nasihat kebaikan dengan respon yang kasar, merupakan petunjuk adanya kibr (kesombongan) dalam dirinya. Sebab, sombong itu adalah:

بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاس

Menolak kebenaran dan merendahkan manusia. (HR. Muslim no.91)

Budaya saling menasihati telah diajarkan Islam dalam QS. Al-‘Ashr: 1 – 3

وَالْعَصْرِۙ ۝١

Demi masa,

 اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ۝٢

sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian,

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ ۝

kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

Lalu bagaimana solusinya? Jangan lelah mendoakannya, jangan membalas keras dengan keras, dan jangan merasa diri kita lebih baik. Sampaikan nasihat dengan cara yang lembut, pilih waktu yang tepat, dan tunjukkan kebaikan melalui sikap, bukan hanya melalui kata-kata.

Dan yang paling penting, kita harus memahami bahwa tugas kita adalah menyampaikan kebaikan, bukan memaksa hati orang lain untuk berubah. Hidayah adalah milik Allah. Bisa jadi nasihat yang hari ini ditolak, justru suatu hari menjadi kalimat yang terus teringat ketika hatinya mulai terbuka. Jadi, tetaplah mengajak kepada kebaikan dengan sabar, sambil terus memperbaiki diri sendiri. Karena terkadang, perubahan seseorang bukan dimulai dari nasihat yang panjang, tetapi dari satu kalimat sederhana yang disampaikan dengan kasih sayang.

Semoga bermanfaat. 

Kenapa Pashmina Jadi Favorit Banyak Perempuan?

  Kadang yang bikin penampilan terlihat lebih rapi itu bukan harus pakai outfit yang mewah, tapi cukup memilih hijab yang nyaman dan gampang...