Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Mei 2024

TIPS MENINGKATKAN KESABARAN

 


Seringkali dengan mudahnya kita kehilangan kontrol diri karena suatu hal. Akibatnya, alih-alih bisa sabar, justru emosi yang akan melupa. Karena itu, sudah saatnya kita mempertebal tingkat kesabaran kita, sehingga tidak mudah terpancing emosi kita. beberapa kiat untuk meningatkan kesabaran kita diantaranya adalah :

1. Mengikhlaskan niat kepada Allah Ta'ala, bahwa ia semata-mata berbuat hanya untuk-Nya. Dengan adanya niatan seperti itu, akan sangat menunjang munculnya kesabaran kepada Allah Ta'ala.

2. Memperbanyak tiwalah (baca; membaca) Al-Qur'an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan makna-makna yang dikandungnya. Karena Al-Qur'an merupakan obat bagi hati insan. Masuk dalam kategori ini juga dizkir kepada Allah.

3.  Memperbanyak puasa sunnah. Karena puasa merupakan hal yang dapat mengurangi hawa nafsu terutama yang bersifat syahwati dengan lawan jenisnya. Puasa juga merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.

4.  Mujahadatun nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan seseorang untuk berusaha secara giat dan maksimal guna mengalahkan keinginan-keinginan jiwa yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, kikir dsb.

5.  Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan membacu manusia untuk beramal secara sempurna. Sedangkan ketidaksabaran (isti'jal), memiliki prosentase yang cukup besar untuk menjadikan amalan seseorang tidak optimal. Apalagi jika merenungkan bahwa sesungguhnya Allah akan melihat "amalan" seseorang yang dilakukannya, dan bukan melihat pada hasilnya. 

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

 

Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

 

6. Perlu mengadakan latihan-latihan untuk sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah daripada menonton televisi misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagain rezeki untuk infaq fi sabilillah, dsb.

7.  Membaca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi'in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya, karena hal ini akan menanamkan keteladanan yang patut dicontoh dalam kehidupan nyata di dunia.

 

Buku “Indahnya Kehidupan Seorang Muslim” Hal 54 – 56, Abu Fatih, Lc.

 

Minggu, 05 November 2023

SESEKALI BERKATA “TIDAK”

 


Berkata “tidak” atau menolak sesuatu demi kepentingan diri sendiri sering kali dianggap sebagai tindakan egois. Sebab selama ini kita diajari untuk selalu mendahulukan kepentingan orang lain. Tapi, seiring bertambahnya usia dan makin banyaknya tanggung jawab yang harus kita terima, ada kalanya kita perlu juga mementingkan diri sendiri.

Mementingkan diri sendiri yang dimaksud disini adalah mendahulukan yang terbaik untuk kita. Baik dalam urusan pribadi maupun pekerjaan, ada saatnya kita perlu mengambil keputusan berdasarkan yang kita butuhkan dan yang terbaik untuk kita. Selama tidak berlebihan, rasanya Tindakan ini tidaklah selalu egois. Maka, sesekali berkata “tidak” kepada orang lain akan memberikan manfaat sebagai berikut :

-    Mengurangi Stres dan Rasa Tertekan

Misalnya, ada ajakan dari teman-teman satu kantong hangout di akhir pekan ini. Tapi pada saat yang sama kita sedang sangat membutuhkan waktu untuk sendiri karena ingin benar-benar istirahat. Kita pun menolak ajakan teman-teman tersebut dan memutuskan untuk istirajat saja di rumah. Daripada memaksakan diri mengiyakan ajakan tapi malah hanya akan membuat kita bete, lebih baik jujur sedang ingin menyendiri demi memulihkan kondisi. Dengan begini, rasa stres dan tertekan pun bisa berkurang. 

-    Lebih Menghargai Orang Lain

Kita akan sulit menghargai orang lain bila kita tak menghargai diri kita lebih dahulu. Ibaratnya bila seorang dokter sakit, maka ia pun akan kesulitan menyembuhkan penyakit orang lain. Bahkan dalam keadaan darurat di pesawat, berdasarkan panduan, kita disarankan untuk memakai masker oksigen kita terlebih dahulu sebelum membantu orang lain. Dengan belajar untuk bisa mendahulukan prioritas utama kita, kita pun ke depannya bisa lebih menghargai orang lain yang sedang berjuang memenuhi prioritas utama mereka.

-    Memiliki Lebih Banyak Waktu dan Energi untuk Hal-hal Lebih Penting

Semakin bertambah usia, energi kita mungkin bisa terasa lebih terbatas, maka kita harus bijaka dalam membagi waktu dan energi yang ada. Tidak semua keinginan orang lain harus kita penuhi. Tak semua orang bisa kita bahagiakan. Untuk bisa fokus melakukan hal-hal yang lebih penting, kita kadang perlu melepas hal-hal yang masih bisa ditunda atau ditolak. 

-    Bersikap Lebih Jujur

Baik pada diri sendiri maupun orang lain, kitab isa belajar untuk lebih jujur. Kita tak harus mengiyakan semua permintaan orang lain di saat ada hal lain yang lebih penting untuk dikerjakan. Contohnya, kita bolah saja menolak tawaran pekerjaan dari orang lain saat kita pada saat yang sama sedang butuh waktu untuk liburan sendiri. Selama disampaikan dengan baik tanpa bermaksud mengada-ada, orang lain pun seharusnya bisa mengerti.

 

Tulisan dalam buku “Berdamai dengan Masa Lalu” hal 87 – 89 karangan Asti Musman. Cetakan pertama Desember 2019. Penerbit PSIKOLOGI CORNER

ANTARA UJIAN DAN AZAB

Perbedaan antara ujian dan azab dalam Islam bisa dilihat dari beberapa aspek berikut: 1. Tujuan Ujian diberikan oleh Allah untuk m...