Seorang muslim yang berilmu akan lebih mudah
berakhlak mulia, suka menolong, menjaga kehormatan orang lain, dan terus
memperbanyak amal saleh. Dengan demikian, ia berharap memperoleh pertolongan,
rahmat, kemudahan, dan kemuliaan dari Allah di dunia maupun di akhirat.
Hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu
Hurairah dan terdapat dalam Sahih Muslim. Hadis ini berisi dorongan untuk
memiliki kepedulian sosial, menjaga akhlak, menuntut ilmu, dan mengutamakan
amal saleh daripada kebanggaan terhadap keturunan atau status.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ
كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ
يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي
الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا
وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ
أَخِيهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ
بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ
اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ
عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ
وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ
يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ
حَدَّثَنَا أَبِي ح و حَدَّثَنَاه نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا
أَبُو أُسَامَةَ قَالَا حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ
أَبِي صَالِحٍ وَفِي حَدِيثِ أَبِي أُسَامَةَ حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ قَالَ صَخَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
بِمِثْلِ حَدِيثِ أَبِي مُعَاوِيَةَ غَيْرَ أَنَّ حَدِيثَ أَبِي أُسَامَةَ لَيْسَ
فِيهِ ذِكْرُ التَّيْسِيرِ عَلَى الْمُعْسِرِ
dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah
shallallaahu alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Barang siapa membebaskan seorang
mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu
kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang
berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan
akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup
aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba
tersebut menolong saudaranya sesama muslim. Barang siapa menempuh jalan untuk
mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya. Tidaklah
sekelompok orang berkumpul di suatu masjid (rumah Allah) untuk membaca Al
Qur’an, melainkan mereka akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para
malaikat, serta Allah akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang
berada di sisi-Nya. Barang siapa yang ketinggalan amalnya, maka nasabnya tidak
juga meninggikannya.’
Beberapa penjelasan tentang hadist diatas
adalah sebagai berikut :
1. "Barang siapa membebaskan seorang
mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu
kesulitan pada hari kiamat."
Siapa saja yang membantu meringankan kesusahan
orang lain, Allah akan memberikan pertolongan yang jauh lebih besar, yaitu
menyelamatkannya dari kesulitan pada Hari Kiamat.
- -
Membantu
biaya pengobatan orang yang sakit.
- -
Membantu
korban bencana.
- -
Menolong
orang yang mengalami kesulitan ekonomi.
- -
Membantu
tetangga yang rumahnya rusak.
- -
Menjadi
relawan untuk membantu orang yang membutuhkan.
2. " Barang siapa memberi kemudahan
kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan
di dunia dan akhirat "
Islam menganjurkan bersikap mudah dan tidak
mempersulit orang yang memang sedang mengalami kesempitan.
- -
Memberi
tambahan waktu kepada orang yang berutang.
- -
Tidak
mempersulit urusan administrasi atau pekerjaan orang lain.
- -
Membantu
teman menyelesaikan tugas ketika ia sedang sakit.
- -
Memberikan
keringanan pembayaran jika kita berjualan.
3. " Barang siapa menutupi aib seorang
muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat "
Jika mengetahui kesalahan atau aib seseorang
yang tidak berkaitan dengan kezaliman terhadap orang lain, maka jangan
menyebarkannya. Tujuannya agar ia memiliki kesempatan untuk bertobat dan
memperbaiki diri.
- - Tidak menyebarkan gosip.
- - Tidak mengunggah kesalahan orang ke media sosial.
- - Menasihati teman secara pribadi, bukan mempermalukannya di depan umum.
- - Menjaga rahasia yang dipercayakan kepada kita.
Menutupi aib bukan berarti menutupi kejahatan
yang membahayakan orang lain. Jika menyangkut keselamatan atau hak orang
banyak, penyelesaiannya tetap harus melalui pihak yang berwenang.
4. "Allah akan selalu menolong hamba-Nya
selama hamba tersebut menolong saudaranya."
Pertolongan Allah sangat dekat kepada orang
yang gemar menolong sesama.
- -
Membantu
orang tua.
- -
Membantu
tetangga yang kesusahan.
- -
Mengajarkan
keterampilan kepada orang yang belum bisa.
- -
Menjadi
relawan kegiatan sosial.
- -
Mendoakan
saudara sesama muslim.
5. "Barang siapa menempuh jalan untuk
mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya"
Mencari ilmu yang bermanfaat adalah jalan
menuju surga karena ilmu akan membimbing seseorang kepada amal yang benar.
- -
Menghadiri
kajian Islam.
- -
Belajar
membaca Al-Qur'an.
- -
Membaca
buku agama.
- -
Mengikuti
kelas fikih atau tafsir.
- -
Mengajarkan
ilmu yang telah dipelajari kepada orang lain.
6. "Tidaklah sekelompok orang berkumpul
di suatu masjid (rumah Allah) untuk membaca Al Qur’an, melainkan mereka akan
diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah akan
menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya"
Majelis ilmu dan tilawah Al-Qur'an memiliki
keutamaan besar. Allah menurunkan ketenangan, rahmat, para malaikat hadir, dan
Allah memuji mereka di hadapan para malaikat.
- -
Tadarus
Al-Qur'an bersama.
- -
Mengikuti
halaqah tafsir.
- -
Belajar
tajwid di masjid.
- -
Mengadakan
kajian rutin setelah salat.
- -
Menghafal
Al-Qur'an bersama.
7. "Barang siapa yang ketinggalan
amalnya, maka nasabnya tidak juga meninggikannya."
Yang menentukan kemuliaan di sisi Allah adalah
iman dan amal saleh, bukan keturunan, jabatan, kekayaan, atau kedudukan
keluarga.
- -
Tidak
menyombongkan diri karena berasal dari keluarga terpandang.
- -
Tetap
rajin beribadah meskipun memiliki kedudukan tinggi.
- -
Menghormati
semua orang tanpa memandang status sosial.
- -
Menilai
seseorang berdasarkan akhlak dan ketakwaannya.
- Hikmah utama hadis ini mengajarkan agar seorang muslim:
- Peduli terhadap kesulitan orang lain.
- Memudahkan urusan sesama.
- Menjaga kehormatan dan aib orang lain.
- Gemar menolong.
- Bersungguh-sungguh mencari ilmu.
- Mencintai Al-Qur'an dan majelis ilmu.
- Mengutamakan amal saleh daripada
kebanggaan terhadap nasab atau status.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar