Perbedaan antara ujian dan azab dalam Islam bisa dilihat dari beberapa aspek berikut:
1. Tujuan
- Ujian diberikan oleh Allah untuk
menguji keimanan dan kesabaran seorang hamba. Tujuannya adalah
meningkatkan derajatnya, menghapus dosa, dan mendekatkannya kepada Allah.
- Azab adalah hukuman dari Allah
atas dosa dan kedurhakaan yang dilakukan oleh seseorang atau suatu kaum.
Tujuannya adalah sebagai bentuk keadilan dan balasan atas perbuatan buruk
mereka.
2. Respon yang Diinginkan
- Ujian mengharapkan respon berupa
kesabaran, ketakwaan, dan introspeksi agar semakin dekat dengan Allah.
- Azab bisa menjadi peringatan agar
manusia bertobat, tetapi jika seseorang tetap dalam kezaliman, azab akan
menjadi hukuman yang menyakitkan.
3. Siapa yang Mengalaminya?
- Ujian bisa menimpa siapa saja,
termasuk orang-orang yang saleh. Contohnya adalah para nabi dan
orang-orang beriman yang diuji dengan berbagai cobaan hidup.
- Azab biasanya menimpa
orang-orang yang ingkar, zalim, dan terus-menerus melakukan dosa tanpa mau
bertobat.
4. Bentuk yang Diberikan
- Ujian bisa berupa kesulitan
(kemiskinan, sakit, kehilangan) atau bahkan berupa nikmat (harta, jabatan,
kesehatan) untuk melihat bagaimana seseorang bersyukur dan bersabar.
- Azab biasanya berupa penderitaan
yang berat, baik di dunia (bencana alam, kehancuran suatu kaum) maupun di
akhirat (siksa neraka).
5. Dalil Al-Qur’an
- Ujian:
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ
يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan
dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak
diuji?"
(QS. Al-Ankabut: 2)
- Azab:
وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ
الْقُرٰى حَتّٰى يَبْعَثَ فِيْٓ اُمِّهَا رَسُوْلًا يَّتْلُوْا عَلَيْهِمْ
اٰيٰتِنَاۚ وَمَا كُنَّا مُهْلِكِى الْقُرٰىٓ اِلَّا وَاَهْلُهَا ظٰلِمُوْنَ ٥٩
Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri,
sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami
kepada mereka. Tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri-negeri,
kecuali penduduknya dalam keadaan zalim. (QS.
Al-Qasas: 59)
Kesimpulan
- Jika seseorang mengalami
kesulitan tetapi ia tetap sabar dan semakin dekat kepada Allah, itu adalah
ujian.
- Jika seseorang mendapatkan
penderitaan akibat kedurhakaan dan tidak ada keberkahan di dalamnya, itu
adalah azab.
Maka,
jika kita ditimpa musibah, sebaiknya kita introspeksi diri, bertobat,
dan semakin mendekatkan diri kepada Allah. Semoga Allah menjadikan segala
cobaan yang kita alami sebagai ujian yang mengangkat derajat, bukan azab yang
menghancurkan. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar