Kamis, 14 Maret 2024

Cerita Islami - Kesibukan Malaikat Pada Bulan Ramadhan


Surga selalu dihias dan diberi harum-haruman dari tahun ke tahun karena masuknya bulan Ramadhan. Pada malam pertama Ramadhan itu, muncullah angin dari bawah Arsy yang disebut al Mutsirah. Karena hembusan al Mutsirah ini, daun-daunan dari pepohonan di surga bergoyang dan daun-daun pintunya bergerak, sehingga menimbulkan suatu rangkaian suara yang begitu indahnya. Tidak ada seorang atau mahluk apapun yang pernah mendengar suara seindah suara itu, sehingga hal itu menarik perhatian para bidadari yang bermata jeli. Mereka berdiri di tempat tinggi dan berkata, “Apakah ada orang-orang yang melamar kepada Allah, kemudian Allah akan mengawinkannya dengan kami??”


Tidak ada jawaban dan penjelasan apapun, maka para bidadari itu bertanya kepada malaikat penjaga surga, “Wahai Malaikat Ridwan, malam apakah ini?”

Malaikat Ridwan berkata, “Wahai para bidadari yang cantik jelita, malam ini adalah malam pertama Bulan Ramadhan!!”

Para bidadari itu berdoa, “Ya Allah, berikanlah kepada kami suami-suami dari hamba-Mu pada bulan ini!!”

Maka tidak ada seorangpun yang berpuasa di Bulan Ramadhan (dan diterima puasanya) kecuali Allah akan mengawinkannya dengan para bidadari itu, kelak di dalam kemah-kemah di surga.

Kemudian terdengar seruan Firman Allah, “Wahai Ridwan, bukalah pintu-pintu surga untuk umat Muhammad yang berpuasa pada bulan ini. Wahai Malik (Malaikat penjaga neraka), tutuplah pintu-pintu neraka untuk mereka yang berpuasa bulan ini. Wahai Jibril, turunlah ke bumi, kemudian ikatlah setan-setan yang jahat dengan rantai-rantai dan singkirkan mereka ke dasar lautan yang dalam, sehingga mereka tidak bisa merusak (mengganggu) puasa dari umat kekasih-Ku, Muhammad!!”

Para malaikat itu dengan segera melaksanakan perintah Allah tersebut. Itulah sebabnya di dalam Bulan Ramadhan itu kebanyakan umat Islam sangat mudah untuk berbuat amal kebaikan. Suatu hal yang sangat sulit untuk diamalkan pada bulan-bulan lainnya. Gangguan setan (dari kalangan jin) dan hawa panas neraka untuk sementara ditiadakan, hawa sejuk surga yang penuh rahmat dan kasih sayang Allah melimpah ruah membangkitkan semangat untuk terus beribadah kepada-Nya. Musuh yang harus dihadapi tinggal gangguan setan dalam bentuk manusia dan hawa nafsu, yang mereka itu juga telah dilemahkan dengan adanya kewajiban puasa.

Pada riwayat lain disebutkan, pada malam pertama Bulan Ramadhan itu Allah berfirman, “Barang siapa yang mencintai-Ku maka Aku akan mencintainya, barang siapa yang mencari-Ku maka Aku akan mencarinya, dan barang siapa yang memohon ampunan kepada-Ku maka Aku akan mengampuninya berkat kehormatan Bulan Ramadhan ini (dan puasa yang dijalankannya) !!”

Kemudian Allah memerintahkan malaikat Kiramal Katibin (malaikat-malaikat pencatat amalan manusia) untuk mencatat amal kebaikan dari tiga kelompok orang-orang tersebut dan menggandakannya, serta memerintahkan untuk membiarkan (tidak mencatat) amal keburukannya, bahkan Allah juga menghapus dosa-dosa mereka yang terdahulu.

Pada setiap malam dari Bulan Ramadhan itu, Allah akan berseru tiga kali, “Barang siapa yang memohon, maka Aku akan memenuhi permohonannya. Barang siapa yang kembali kepada-Ku (Taa-ibin, taubat) maka Aku akan menerimanya kembali (menerima taubatnya). Barang siapa yang memohon ampunan (maghfirah) atas dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya…!!”

Pada malam yang ditetapkan Allah sebagai Lailatul Qadr, Allah memerintahkan Jibril dan rombongan besar malaikat untuk turun ke bumi. Jibril turun dengan membawa panji hijau yang kemudian diletakkan di punggung Ka’bah. Ia mempunyai 600 sayap, dua di antaranya tidak pernah dipergunakan kecuali pada Lailatul Qadr, yang bentangan dua sayapnya itu meliputi timur dan barat. Kemudian Jibril memerintahkan para malaikat yang mengikutinya untuk mendatangi umat Nabi Muhammad SAW. Mereka mengucapkan salam pada setiap orang yang sedang beribadah dengan duduk, berdiri dan berbaring, yang sedang shalat dan berdzikir, dan berbagai macam ibadah lainnya pada malam itu. Mereka menjabat tangan dan mengaminkan doa umat Nabi Muhammad SAW hingga terbit fajar.

Ketika fajar telah muncul di ufuk timur, Jibril berkata, “Wahai para malaikat, kembali, kembali!!”

Para malaikat itu tampaknya enggan untuk beranjak dari kaum muslimin yang sedang beribadah kepada Allah. Ada kekaguman dan keasyikan berada di tengah-tengah umat Nabi Muhammad SAW, yang di antara berbagai kelemahan dan keterbatasannya, berbagai dosa dan kelalaiannya, mereka tetap beribadah mendekatkan diri kepada Allah, tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah. Mendengar seruan Jibril untuk kembali, mereka berkata, “Wahai Jibril, apa yang diperbuat Allah untuk memenuhi permintaan (kebutuhan) orang-orang yang mukmin dari umat Nabi Muhammad ini?’

Jibril berkata, “Sesungguhnya Allah melihat kepada mereka dengan pandangan penuh kasih sayang, memaafkan dan mengampuni mereka, kecuali empat macam manusia…!”

Mereka berkata, “Siapakah empat macam orang itu?”

Jibril berkata, “Orang-orang yang suka minum minuman keras (khamr, alkohol, narkoba dan sejenisnya), orang-orang yang durhaka kepada orang tuanya, orang-orang yang suka memutuskan hubungan silaturahmi, dan kaum musyahin!!”

Para malaikat itu cukup puas dengan penjelasan Jibril dan mereka kembali naik ke langit, ke tempat dan cara ibadahnya masing-masing seperti semula.

Ketika Nabi SAW menceritakan hal ini kepada para sahabat, salah seorang dari mereka berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah kaum musyahin itu?”

Nabi SAW bersabda, “Orang yang suka memutuskan persaudaraan, yaitu orang yang tidak mau berbicara (karena perasaan marah, dendam dan sejenisnya) kepada saudaranya lebih dari tiga hari!!”

Malam berakhirnya bulan Ramadhan, yakni saat buka puasa terakhir dan memasuki malam Idul Fitri, Allah menamakannya dengan Malam Hadiah (Lailatul Jaa-izah). Ketika fajar menyingsing, Allah memerintahkan para malaikat untuk turun dan menyebar ke seluruh penjuru negeri-negeri yang di dalamnya ada orang-orang yang berpuasa. Mereka berdiri di jalan-jalan dan berseru, dengan seruan yang didengar oleh seluruh mahluk kecuali jin dan manusia, “Wahai umat Muhammad, keluarlah kamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, yang memberikan rahmat begitu banyak dan mengampuni dosa yang besar!!”

Ketika kaum muslimin keluar menuju tempat-tempat shalat Idul Fitri dilaksanakan, Allah berfirman kepada para malaikat, “Wahai para malaikat-Ku, apakah balasan bagi pekerja jika ia telah menyelesaikan pekerjaannya??”

Mereka berkata, “Ya Allah, balasannya adalah dibayarkan upah-upahnya!!”

Allah berfirman, Wahai para malaikat, Aku persaksikan kepada kalian semua, bahwa balasan bagi mereka yang berpuasa di Bulan Ramadhan, dan shalat-shalat malam mereka adalah keridhaan dan ampunan-Ku!!”

Selasa, 05 Maret 2024

CARA PASANG KANCING JEPRET / SNAP BUTTON


Dalam berkreasi saya membuat sarung bantal kursi tetapi paling males kalo mau pasang resleting. Dan akhirnya saya menggunakan kancing snap (snap button) atau kancing jepret yang biasanya dipakai untuk jas hujan, map plastik, jaket, cloth diapers dan lain-lain. 

Snap button atau kancing jepret ini memiliki dua fungsi, pertama selain sebagai penutup juga berfungsi sebagai hiasan karena bisa terlihat. Kancing jepret ini terbuat dari bahan metal dan plastik, yang terbuat dari bahan plastik bermacam-macam warna. 

Untuk memasang kancing jepret (snap button) ini sebenarnya diperlukan alat khusus yang biasa disebut Snap Plier. Dalam paket Snap Plier terdapat alat pendukung, 1 alat pelubang, 1 obeng pipih, 3 macam matras untuk 3 ukuran kancing (10 mm, 12,5 mm, 15 mm). Snap Plier mudah dan ringan digunakan karena berbentuk seperti tang.

Cara pasang kancing jepret / snap button

  • Gunakan alat pelubang untuk melubangi salah satu sisi kain
  • Ambil salah satu bagian kancing jepret yang berujung runcing lalu masukkan ujungnya ke dalam lubang kain. Pastikan Anda selalu memasang bagian dari bagian baik kain (depan / luar)
  • Jika sudah ambil salah satu bagian kancing jepret yang diperuntukkan sebagai pengunci dua sisi kancing lalu letakkan diatas bagian runcing kancing jepret
  • Ambil snap plier kemudian posisikan bagian matrasnya hingga menutupi kancing. Usahakan agar posisi snap plier tegak lurus supaya kancing yang terpasang hasilnya bagus.
  • Tekan gagang snap plier sampai kedua sisi kancing jepret menyatu. setelah dipress maka bagian ujung yang runcing tadi akan menjadi datar dan kancing terkunci sempurna.
  • Setelah berhasil memasang salah satu sisi kancing jepret, tinggal pasang sisi yang lain sekali lagi. 

Alatnya bisa dibeli disini mudah digunakan dan bermanfaat.

Hasil karya saya dengan kancing jepret :


Rabu, 14 Februari 2024

CARA MEMBUAT GANTUNGAN HP / STRAP HP

Manik Ceko Dove biru muda


Tali gantungan HP adalah aksesori tambahan yang praktis dan keren. Selain sebagai aksesoris gantungan HP juga digunakan untuk pegangan dengan dimasukkan di pergelarangan tangan. Cara membuatnya juga cukup mudah dan simpel. 

PERSIAPAN BAHAN 

  • Tali senar 
  • Manik berbagai macam (disini saya menggunakan manik ceko 8 mm dan manik pasir 4 mm)
  • Tali Gantungan HP (biasanya sudah ada ring bulatnya)
  • Kodokan penjepit (stoper)

CARA MEMBUAT

  • Potong senar ukuran kurang lebih 35 cm
  • Susun manik-manik berselang (manik ceko, manik pasir, manik ceko dst) --> untuk susunan manik sesuai dengan selera masing-masing
  • Satukan senar dengan kodokan penjepit (stoper)
  • Satukan susunan manik dengan tali gantungan HP menggunakan ring bulat.
  • Selesai dan bisa digunakan
Kalo memang tidak suka membuat kerajinan tangan gantungan HP ini pun banyak dijual di toko-toko online. Hanya dengan harga 12.000 per pcs sudah bisa mendapatkan gantungan HP. Silahkan klik Jual Gantungan HP cantik  dan gantungan HP bisa langsung digunakan. 

Referensi gambar :


Manik Ceko Dove Abu-abu

Manik Ceko Putih Bening

Manik Ceko Bening Soft Ungu

Manik Ceko Dove hijau

Manik Tabung Pink



Senin, 29 Januari 2024

Cerita Islami - Tidak Berputus Asa Dari Rahmat Allah

 



Jauh sebelum diutusnya Nabi SAW, pernah ada seseorang yang luar biasanya ‘prestasi’ kejahatannya, ia telah membunuh sembilanpuluh sembilan orang tanpa alasan yang benar. Namun demikian, tiba-tiba tergerak dalam hatinya untuk bertaubat, hanya saja ia bimbang apakah masih ada peluang baginya untuk kembali ke jalan kebaikan. Orang-orang di sekitarnya menyarankan agar menemui seorang rahib untuk menanyakan hal itu.

Ketika tiba di tempat kediaman sang rahib, ia menceritakan kegundahan hatinya dan keinginannya untuk bertaubat. Sang rahib bertanya, “Apakah kesalahanmu itu?”

Ia berkata, “Saya telah membunuh sembilanpuluh sembilan orang tanpa alasan yang benar!!”

“Apa??” Seru sang rahib penuh kekagetan, “Membunuh sembilanpuluh sembilan orang? Tidak ada jalan bagimu!! Tempat yang tepat bagimu adalah neraka!!”

Lelaki itu sangat kecewa sekaligus marah. Ia sadar bahwa kesalahannya memang begitu besarnya. Tetapi cara sang rahib menyikapi dan ‘memvonis’ itu sangat melukai perasaannya. Walau hatinya mulai melembut dengan keinginannya untuk taubat, tetapi jiwa jahatnya belum benar-benar menghilang. Tanpa banyak bicara, ia mengambil pisaunya dan membunuh sang rahib. Genap sudah seratus nyawa tidak bersalah yang melayang di tangannya, tetapi ‘panggilan’ Ilahiah untuk bertaubat terus mengganggu perasaannya, hanya saja ia tidak tahu harus bagaimana?

Suatu ketika ada orang yang menyarankan untuk menemui seseorang yang alim di suatu tempat, dan ia segera menuju ke sana. Ketika tiba di tempat tinggal sang alim, ia menceritakan jalan hidupnya, termasuk ketika ia menggenapkan pembunuhannya yang ke seratus pada diri sang rahib, dan tentu saja keinginannya untuk bertaubat. Sang alim yang bijak itu berkata, “Tentu saja bisa, dan tidak ada seorangpun yang bisa menghalangi keinginanmu untuk bertaubat. Tetapi tinggalkanlah tempat tinggalmu itu karena di sana memang kota maksiat. Pergilah ke KotaA (kota lainnya) karena di sana banyak orang yang beribadah kepada Allah, beribadahlah engkau bersama mereka, dan jangan pernah kembali ke kotamu itu. Insyaallah engkau akan memperoleh ampunan Allah dan dimudahkan jalan kepada kebaikan!!”

Lelaki itu segera berangkat ke kotayang dimaksudkan sang alim, tetapi di tengah perjalanan kematian menjemputnya. Datanglah dua melaikat untuk menjemput jiwa lelaki itu, satu Malaikat rahmat dan satunya Malaikat azab (siksa). Dua malaikat itu bertengkar dan masing-masing merasa berhak untuk membawa jiwa lelaki itu. Sang Malaikat rahmat berkata, “Ia telah berjalan kepada Allah dengan sepenuh hatinya!!”

Malaikat azab berkata, “Ia tidak pernah berbuat kebaikan sama sekali, justru kejahatannya yang bertumpuk-tumpuk!!”

Mereka berdua terus beradu argumentasi, sampai akhirnya Allah mengutus malaikat yang ketiga dalam bentuk manusia untuk menjadi ‘hakim’ bagi keduanya. Setelah masing-masing mengajukan pendapatnya, ia berkata, “Ukurlah jarak dua kota itu dari tempat kematiannnya ini, mana yang lebih dekat, maka ia termasuk dalam golongannya!!”

Mereka mengukur jaraknya, dan ternyata kota yang dituju (kota tempat ibadah dan penuh kebaikan) lebih dekat sejengkal daripada Kotamaksiat yang ditinggalkannya. Maka jiwanya dibawa oleh Malaikat rahmat, dan ia memperoleh ampunan Allah.

Dalam riwayat lainnya disebutkan, sebenarnya lelaki itu belum jauh meninggalkan kota maksiat tersebut. Tetapi Allah memang berkehendak untuk mengampuninya, maka dari tempat kematinnya itu, kota kebaikan dan ibadah dipanggil mendekat dan kota maksiat ‘dihalau’ menjauh hingga jarak keduanya hanya selisih sejengkal tangan, lebih dekat kepada kota kebaikan.

Minggu, 28 Januari 2024

CLUTCH DARI PERCA BATIK DAN KARDUS BEKAS

Indonesia kaya akan corak batik. Sebagai salah satu warisan budaya yang patut untuk dijaga dan dilestarikan, tahukah Anda bahwa ternyata batik di Indonesia ini memiliki banyak keunggulan di dalamnya. Dari berbagai jenis / aneka batik Indonesia yang dihasilkan oleh hampir tiap daerah di Tanah Air, batik ini memiliki berbagai keunggulan di antaranya yakni sebagai berikut :

·         Memiliki motif yang beraneka ragam

·         Dapat menyesuaikan dengan zaman modern

·         Memiliki perpaduan warna dan motif yang unik dan tentunya bermakna

·         Rata – rata hampir sebagian besar daerah menjadi penghasil batik.

·         Dapat dipakai untuk berbagai acara / kegiatan.

·         Memiliki filosofi atau makna mendalam.

 

Kain perca batik ialah sisa-sisa kain dari potongan-potongan pakaian yang sudah tidak terpakai kembali. Dulu kerap sekali sisa-sisa dari kain pakaian yang sudah di produksi tidak dimanfaatkan dengan baik dan dibuang begitu saja. Dengan tangan yang kreatif perca batik menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Dengan beragam macam warna yang dipadukan dengan bahan lainnya sehingga membentuk sesuatu produk layak pakai.

Saya sendiri mengaplikasikan perca patik pada kertas karton, baik dari karton bekas kardus susu, bekas kardus kue dan karton bekas lainnya kemudian dibentuk menjadi sebuah dompet / clutch / tas dengan menggunakan lem kayu atau lem fox.  

Ini adalah beberapa hasil karya saya yang berasal dari bahan kain perca batik , kardus bekas dan dimodifikasi dengan macam bunga yang juga terbuat dari kain perca dan pita. Semoga bisa menjadi inspirasi dan menambah motivasi para crafter di Indonesia. 


















 

ANTARA UJIAN DAN AZAB

Perbedaan antara ujian dan azab dalam Islam bisa dilihat dari beberapa aspek berikut: 1. Tujuan Ujian diberikan oleh Allah untuk m...